Selasa, 22 Maret 2011

lagu anak-anak Indonesia

Mengingat dalam kebudayaan Indonesia yang sangat majemuk, kita memiliki sejumlah koleksi lagu-lagu pengasuh anak-anak, maka sudah patutlah kita untuk turut melestarikannya. Kita mungkin sering mendengarkan lagu-lagu seperti ini sepanjang masa kecil kita. Di saat kita sedang diasuh, siapapun pengasuh kita dulu, mungkin pernah terngiang lagu-lagu berikut. Saya dan kawan-kawan saya mengganti lirik lagu sesuai dengan isi materi pembelajaran yang akan di ajarkan serta dapat memotivasi siswa-siswa agar lebih semangat untuk belajar.

Tema IPA : mengganti syair lagu “pelangi-pelangi “menjadi” sifat cahaya”

Pelangi-pelangi

Pelangi-pelangi alangkah indahmu

Merah, kuning, hijau Dilangit yang biru

Pelukismu agung Siapa gerangan

Pelangi-pelangi Ciptaan tuhan

“sifat cahaya”

Sifat-sifat cahaya empat macamnya

Dapat merambat lurus menembus benda bening

dapat di pantulkan juga dibiaskan

cahaya cahaya empat sifatnya

By : Bunga apriliana

Tema IPA : mengganti syair lagu “lihgt lie row“menjadi” udara”

“Udara”

Udara-udara memeag tidak terlihat

Tetapi dapat dirasakan

Bentuknya berubah-berubah

Sesuai tempatnya

Itulah-itulah sifat udara...

By : Bunga Apriliana

Tema Matematika: mengganti syair lagu “naik becak “menjadi” rotasi”

“Naik Becak”

saya mau tamasya
berkeliling keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak
kereta tak berkuda
becak, becak, coba bawa saya

saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan asyik
ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari
bagaikan tak berhenti
becak, becak, jalan hati-hati

“Rotasi”

kita akan belajar

geometri tranformasi

rotasi perputaran yang akan kita bahas

rotasi ditentukan

oleh tiga hal

arah, sudut dan titik pusat

kita gambar rotasi dengan jangka juga busur

garis lah putus putus

menuju titik pusat

putarlah dengan tepat

jangka dan busur

arah, sudut dan titik pusat.

By: Bunga Apriliana

Tema Sejarah: mengganti syair lagu “naik delman“menjadi” peninggalan sejarah”


“Naik Delman”

Pada hari minggu kuturut Ayah ke kota
Naik delman istimewa ku duduk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendali kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

“peninggalan Sejarah”

Bentuk peninggalan sejarah di indonesia

Ada tempat ibadah, prasasti patung candi

Masih banyak yang lainnya dan itu semua

Merupakan aset kekayaan Indonesia

Junjung tinggi nilai sejarah bangsa kita

Agar tetaplah lesteri sepanjang masa.

By : Hendika septiawan

Tema Matematika: mengganti syair lagu “anjing kecil“ menjadi ”Cermin”

“Anjing Kecil”

Aku punya anjing kecil
Kuberi nama Helly
Dia senang bermain-main
Sambil berlari-lari
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari...
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari

.

“Cermin”

Aku punya cermin kecil

Macam-macam bentuknya

Mari kita bercermin

Tuk cari sifat-sifatnya

Teman semua

Ayo kita bercermin

Teman semua

Ayo cari sifat-sifatnya

By : Tusyana SM

Tema Matematika: mengganti syair lagu “balon“ meunjadi ”sifat kubus”

“ Balonku “

Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat

“ sifat kubus“

Ku punya kubus kecil

Macam-macam sifatnya

12 rusuknya

Panjang sama semua

Kuhitung sisi kubus

Ada 6 jumlahnya

Persegi bentuk sisinya

8 titik sudutnya

By : Alustina Isyuarningsih

Tema bahasa indonesi “olahraga” : mengganti syair lagu “Bintang kejora“ menjadi ”bulutangkis”

“Bintang Kejora”

Kupandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap kelip seumpama bintang berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah s'lalu

“Bulutangkis”

Mari bermain bulutangkis di lapangan

Bersama kawan sendau gurau suka ria

Raket, kok, dan net itulah alat-alatnya

Apakah fungsinya dan bagaimana menggunakannya.

By: Bunga Apriliana

Rabu, 16 Maret 2011

Metode Pembelajaran Group Investigation



GROUP INVESTIGATIONS


GURU PEMULA MEMPELAJARI METODE “GROUP INVESTIGATIONS”
Ms. Sanchez adalah Guru Yunior. Ms. Oldhand adalah Guru Senior. Ms. Sanchez belajar tentang group investigations melalui pengamatan langsung pada apa yang dilakukan mentornya. Ms. Sanchez adalah guru yunior yang mengobservasi mentornya bernama Ms. Oldhand beberapa kali dalam setahun. Suatu hari Ms. Sanchez terkejut dengan apa yang dia lihat pada kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh Ms. Oldhand. Biasanya anak-anak duduk di tempat duduk masing-masing dalam posisi satu arah, sekarang siswa-siswa tampak menyebar di ruangan, ada yang dilantai, ada yang berdiri berbincang-bincang di pojok ruang, beberapa yang lain saling berbicara dalam satu meja. Kelas tidak tenang namun juga tidak terlalu gaduh. Ada keributan kecil ketika anak-anak saling berbicara namun tidak ada suara-suara keras.
Ms. Sanchez menghampiri Ms. O dan berkomentar bahwa apa yang dilihatnya sekarang berbeda dari sebelumnya. Ms. O menjawab: “oh ya, cara yang saya gunakan dalam mengajar tergantung pada tujuan utama dari pembelajaran yang saya lakukan”. Pada kunjungan sebelumnya yang kamu lihat, saya mengajarkan keterampilan khusus (mengenai keseimbangan) yang harus anak-anak kuasai, keterampilan ini nantinya akan mereka praktekkan dengan benda-benda. namun saat ini tujuan utamanya berbeda. Saya tidak semata-mata mengajar materi, tetapi saya memberi kesempatan siswa untuk belajar sendiri. “Hari ini mereka membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai pohon, selanjutnya mereka merencanakan bagaimana mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat”.
Ms. Sanchez berkomentar. Mudah ya? seperti yang terlihat, anak-anak melakukan apa saja sendiri. Ms. Oldhand mendengar itu tertawa... Ya, itu kelihatan mudah. Tapi, mengajar seperti ini sebenarnya ujian nyata tentang profesionalitas guru. Tahap awal, anak-anak diajari untuk melakukan kegiatan mandiri secara wajar dan penuh tanggung jawab. “Sikap respek yang baik dan kepercayaan antara anak-anak maupun anak-anak dengan guru harus dikembangkan. Guru harus merencanakan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Selain itu guru harus memonitor kemajuan anak terhadap tujuan yang diharapkan dicapai dari KBM ini”. Ms. Sanchez berkata, “saya ingin berkeliling kelas dan mengamati apa saja yang dilakukan anak-anak untuk mendapatkan ide-ide yang lebih baik tentang apa yang terjadi”.
Latar Belakang.
Bab ini membahas tentang gaya mengajar yang didasarkan pada kegiatan kelompok kecil. Anak-anak bekerja bersama-sama dalam kelompok kecil untuk menginvestigasi / menyusun pertanyaan-pertanyaan berbeda tentang topik yang sama. Perbedaan dengan bahasan yang lalu, pada guided discovery, semua kelompok mempelajari pertanyaan yang sama, namun pada group investigation, masing-masing kelompok membahas set pertanyaan-pertanyaan berbeda yang diajukan sendiri namun semua berhubungan dengan topik umum yang sama.
Jepang adalah salah satu negara yang mengunakan group investigation sebagai metode mengajar di SD. Metode ini begitu menarik terlihat pada studi perbandingan internasional bahwa anak-anak jepang telah terbukti mengalami peningkatan yang tinggi pada sains. Charron, seorang guru Amerika telah menghabiskan banyak waktu untuk meliput pembelajaran SD di Tokyo, melaporkan bahwa group investigation digunakan oleh semua guru yang ia amati dan dari kuesioner yang dibagikan kepada mereka. Seperti yang ia deskripsikan “ porsi aktivitas kelompok kecil pada KBM biasanya terdiri dari anggota tim yang menyelesaikan rancangan investigasi mereka, memperoleh persetujuan guru mengenai rencana, mendapatkan bahan-bahan dan peralatan, menyelesaikan investigasi, mendeskripsikan prosedur dan hasil kedalam lembar kerja atau dalam catatan buku”. (Charron, 1987).
PERTIMBANGAN PRAKTIS
Metode grup investigation kebanyakan digunakan pada SD kelas-kelas tinggi, atau kelas-kelas sedang, meskipun untuk anak-anak kelas rendah dapat menggunakan metode ini jika proyek/ kegiatan yang dilakukan tidak terlalu ambisius dan jika ada petunjuk-petunjuknya. Anak-anak pada kelas rendah ini ketika melakukan proyek yang lama biasanya akan menjadi cepat lelah dan frustasi, namun tingkat 5,6, dan 7 dimana telah belajar keterampilan sains tingkat advanced belajar dengan cara ini akan berkembang di kelas.
Bab ini, asumsinya pembaca telah bersama-sama dengan siswa-siswa telah cukup lama memecahkan ketentuan-ketentuan dasar perilaku kelas dan anak-anak mengerti apa yang mereka harapkan. Beberapa hal penting yang harus diingat anak-anak:
 Berinteraksi dengan sopan
 Terus terfokus pada tugas tanpa harus ada peringatan dari guru
 Gunakan peralatan sederhana dengan benar
 Tertuju pada tugas sampai tujuan (stopping point) diraih.
Metode mengajar jenis ini menimbulkan tuntutan tinggi pada guru dan siswa-siswa. Tidak ada satupun metode yang mampu sukses digunakan untuk semua pembelajaran. Keputusan menggunakan metode group investigation didasarkan pada tujuan akhir pembelajaran, pengalaman guru dalam membimbing pembelajaran, dan kemampuan siswa khususnya pada tanggung jawab terhadap belajar dan perilaku mereka sendiri.

Memilih Topik
Topik yang sesuai dengan gaya mengajar ini adalah hal-hal yang dapat dipelajari melalui eksplorasi langsung pada objek-objek dan bahan-bahan yang mudah disediakan. Daerah tempat mengajar dan waktu/ musim ketika mengajar mungkin factor penting juga. Sebagai contoh, saudara mungkin tidak memilih mengajar topic tumbuh-tumbuhan jika sekolahmu berada pada daerah gersang atau jika kamu merencanakan mengajar pada Januari di Dakota Utara. Dalam dua kasus ini, sebaiknya menggunakan media buku atau film daripada anak-anak menggunakan bahan-bahan yang diambil dari lingkungan mereka. Tetapi sebagai contoh kamu harus memiliki satu unit plastik dan logam pada setiap saat dan tempat yangmana bahan-bahan cukup untuk dirakit.
Mengingat tingkat perkembangan anak usia SD berada pada mode konkret, pemikiran mereka masih terbatas pada pengalaman mereka sndiri dengan benda-benda dan kejadian-kejadian. Investigasti harus didasarkan pada pengalaman-pengalaman anak sendiri, meskipun tidak berarti bahwa mereka tidak pernah menggunakan buku atau sumber-sumber informasi lain. Ketika pengetahuan yang dipelajari bersifat arbitrary (pengetahuan berdasarkan pemikiran/ hasil persepsi bukan fakta) seperti nama-nama berbagai jenis tumbuhan, diperlukan buku sumber atau sumber informasi lain dan informasi-informasi yang akan lebih berarti bagi anak setelah melakukan firsthand experience. Pertanyaan-pertanyaan untuk guru dalam menentukan topik:
 Apakah topik yang dipilih cukup luas menyarankan berbagai macam investigasi pada setiap perbedaan tingkat kemampuan?
 Apakah bahan-bahan yang digunakan tersedia/ dapat diperoleh pada saat KBM akan dilakukan?
 Apakah bahan-bahan aman bagi siswa untuk dipakai?
 Dapatkah anak-anak menemukan sesuatu yang menarik melalui aktivitas yang mereka lakukan sendiri?
 Akankah ada kesempetan menggunakan berbagai variasi proses sains dalam investigasi?
Membuat Kelompok: pembelajaran kooperatif.
Jika kamu telah memutuskan untuk menggunakan investigasi kelompok dan telah menentukan topic, selanjutnya kamu akan menyusun kelompok-kelompok kecil untuk memastikan kesuksesan pengalaman belajar. Ketika anak-anak menggunakan banyak waktu untuk melakukan kerja kelompok, dan tanggungjawab untuk memonitor perilaku mereka dan kemajuan dalam menyelesaikan tugas, hal ini penting apakah kelompok bekerja secara kooperatif.

Menyusun kelompok
Setiap kelomppok terdiri dari 4 sampai 5 anggota. Kelompok sebaiknya heterogen. Artinya, gabungan antara pria dan wanita, anak-anak bermasalah, kemampuan rendah, kemampuan tinggi, variasi ras dan etnis. Penelitian membuktikan bahwa kelas dengan kelompok yang terdiri dari anak laki dan perempuan, anak cacat jasmani, dan tidak cacat jasmani, anak minoritas dan non minoritas ternyata menghasilkan kerjasama yang baik. (Slavin, 1980).
Pertama yang harus dilakukan adalah membuat ranking daftar siswa, mengurutkan dari anak paling pandai sampai paling kurang pandai. (Gunakan berbagai informasi). Bagi daftar tersebut menjadi daftar-daftar yang lebih sederhana misalnya ada 12 siswa selanjutnya dibagi menjadi 4 sub yang setiap sub terdiri dari 3 siswa secara berurutan. Sub ini disebut kuartil. (Dalam statistika, kuartil adalah indeks yang dapat membagi suatu distribusi data menjadi 4 bagian atau kategori. Untuk membagi 4 bagian tersebut dibutuhkan 3 titik kuartil, Kuartil satu adalah suatu nilai dalam distribusi yang membatasi 25% frekuensi di bagian bawah dan 75% frekuensi di baian atas distribusi; kuartil 2 suatu nilai dalam distribusi yang membatasi 50% frekuensi di bagian bawah dan 50% frekuensi di bagian atas distribusi; dan kuartil 3 adalah suatu nilai dalam distribusi yang membatasi 75% frekuensi di bagian bawah dan 25% frekuensi di bagian atas distribusi). Selanjutnya buat kelompok yang diambil dari masing-masing kuartil. Pembuatan kelompok sebisa mungkin heterogen dan setelah 6 kali kegiatan di ganti dengan cara yang serupa.
Contoh: tabel 1.

Tabel 1. Formasi kelompok-kelompok dalam pembelajaran kooperatif.
RANKING
1. Judy
2. Bill
3. Joseph
K1
4. Luis
5. Marta
6. Takeisha
K2
7. Dolores
8. Nabeel
9. Liam
K3
10. Amos
11. Rita
12. Sam
Mengajarkan keterampilan-keterampilan pada masing-masing kelompok
Setiap kelompok bertanggung jawab atas dua hal: menyelesaikan tugas dan menjaga kerjasama kelompok. Agar dapat menyelesaikan tugas dengan sukses, anggota kelompok harus menerima, mengorganiser, bertukaran, dan menggunakan informasi. Anggota harus berkontribusi, bertanya untuk membantu kapan diperlukan, membantu ketika ditawari, berusaha untuk menyelesaikan tugas. Setiap anggota harus saling berpartisipasi secara aktif, belajar untuk menerima perbedaan pendapat, ide, maupun interpretasi secara konstruktif.
Mulailah dengan langkah-langkah berikut untuk membantu kesuksesan kerja kelompok:
 Jelaskan bahwa siswa-siswa akan bekerja secara kelompok menggunakan metode cooperative learning.
 Jelaskan bahwa mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan diharapkan dapat bekerjasama dengan siapapun yang menjadi anggota kelompoknya.
 Tanyakan kepada siswa-siswa adakah ide-ide tentang perilaku yang diperlukan agar kelompok dapat bekerja dengan sukses, misalnya sharing bahan-bahan, menanamkan kepercayaan pada teman, mencoba untuk berkomunikasi dengan jelas, mendengarkan pendapat teman, mencoba untuk melihat aspek penting temannya.
Perjelas bahwa kamu berharap agar masing-masing anak bekerja sesuai yang kelompok tugaskan. Bantulah kelompok yang mengalami kesulitan. Jangan berharap bahwa kelompok akan melakukan kegiatan secara sempurna, namun keterampilan yang diperoleh kelompok akan dapat berguna dalam hidupnya dan kesempurnaan dapat tercapai dengan penuh kesabaran dan keteguhan. Lakukan review.

Mengembangkan rencana pada investigasi kelompok.
Pada investigasi kelompok, rencana harian perlu dibuat, namun rencana setiap hari (hari ke hari) tidak perlu dideskripsikan. Untuk mencapai tujuan akhir, suatu investigasi kelompok harus direncanakan dalam satu unit, rangkaian pelajaran terintegrasi dapat berlangsung dalam beberapa periode. Seperti penerapan metode pembelajaran yang memberi lebih banyak kebebasan dan tanggungjawab anak, kamu akan melihat keuntungan dari unit yang sudah direncanakan.
Hampir semua bagian rencana ini merupakan salah satu dari yang belum familiar bagi kamu. Perbedaan pokok dalam mengembangkan rencana pembelajaran adalah guru bukanlah perencana namun mengembangkan rencana pada anak-anak dalam investigasi kelompok termasuk dalam perencanaan. Karena hal ini merupakan rencana untuk sejumlah deretan pembelajaran dengan periode lebih dari 2 minggu bukan rencana pembelajaran satu kali. Sepertinya rumit, namun dalam pengujian unit perencanaan oleh Ms.O menunjukkan bahwa bagian rencana pembelajaran yang familiar bagi guru dapat diadaptasi kedalam unit rencana pembelajaran.
Berikut akan dijabarkan rencana pembelajaran dan implementasinya oleh Ms.O.

Investigasi Kelompok pada kelas Ms. Oldhand
Pembelajaran ini berlangsung kira-kira 2 minggu. Kelas yang diajar oleh Ms. O adalah kelas tingkat 6.
Tabel 2
Unit Rencana pada investigasi kelompok
Bagian unit Aktivitas guru Aktivitas anak
1. Tujuan akhir Tentukan outcome/hasil yang diharapkan -
2. Motivasi Bangun interes dan antusiasme
3. Rencana aktivitas Bersama-sama dengan siswa mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dan aktivitas-aktivitas yang dierncanakan Mengidentifikasi pertanyaan dan mencari cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
4. Bahan-bahan Cek daftar bahan yang ditulis siswa dan beri bantuan terhadap keamanan barang-barang. Mengembangkan daftar bahan-bahan yang diperlukan
5. Aktivitas kelompok Monitor kerja kelompok Melaksanakan rencana aktivitas
6. Penutup Pandu semua kelompok untuk memperoleh hasil pekerjaan mereka. Mempresentasikan hasil pekerjaan di kelas.
7. Penilaian dan Umpan balik Tentukan apakah tujuan akhir telah tercapai, informasikan hal ini pada masing-masing individu, kelompok, maupun orangtua siswa. Menerima umpan balik
8. Refleksi Beri penilaian keseluruhan kesuksesan dan kelayakan unit

Unit Rencana
Tingkat Kelas: 6
Topik: tumbuh-tumbuhan
Pelajaran ini membutuhkan waktu 2 minggu. Setiap bagian unit rencana tidak dipadatkan untuk dilaksanakan dalam satu hari tetapi menyebar dalam deretan pelajaran dan aktivitas. Sebelum memulai pelajaran, Ms.O memikirkan secara hati-hati pada bagian tujuan akhir.
Tujuan Akhir
Tujuan Akhir aspek Kognitif
• Memperoleh pengetahuan tentang pepohonan
Anak-anak diharapkan untuk mempelajari banyak hal tentang tumbuh-tumbuhan yang belum mereka ketahui sebelumnya, tetapi apa yang mereka pelajari dan seberapa banyak mereka mempelajari akan tergantung pada interes dan aktivitas mereka. Tujuan akhir ini sangat berbeda dengan tujuan akhir pelajaran, dimana anak-anak diharapkan untuk memperoleh pengetahuan khusus yang telah ditentukan guru sebelumnya. Ketika kamu berpikir tentang ini, ada sepengetahuan esensial
• Memperoleh keterampilan menggunakan proses sains.
Hampir semua metode investigasi kelompok mengkondisikan siswa-siswa menerapkan proses-proses sains: (1) membuat, merekam, mengelompokkan, mengobservasi,; (2) mengenali pola dan hubungan; (3) menyusun inferensi (kesimpulan sementara dari proses bernalar) dan menuliskan kesimpulan akhir; dan (4) mempresentasikan dan melaporkan hasilnya. Untuk beberapa kasus, anak-anak menyelesaikan eksperimen untuk membuktikan inferensi mereka dan juga mencari informasi dari berbagai sumber.
Tujuan Akhir Aspek Afektif
• Membangun kepercayaan diri dan keyakinan diri bahwa mereka mampu berpikir
• Meningkatkan kesadaran dan interes terhadap materi yang dipelajari
Tujuan Akhir Aspek Sosial
• Belajar bekerjasama dengan yang lain
Tujuan Akhir Aspek Psikomotorik
• Ikut menjaga bahan-bahan
• Mendapat keterampilan menangani peralatan
• Belajar bekerja dalam lingkup kecil.
Motivasi
Sebelum anak-anak memulai proyek/ kegiatan, sebagaimana yang dilihat Ms. Sanchez ketika memasuki kelas, anak-anak telah menggunakan kelas beberapa periode untuk mempelajari pepohonan. 1- 2 hari sebelumnya, Ms. O memberi beberapa artikel yang berhubungan dengan topik untuk memancing interes dan berpikir siswa. Misalnya kerusakah pepohonan akibat hujan asam, penebangan hutan, dll. Ms. O memberikan tiga artikel kepada siswa-siswa untuk dibahas. Artikel yang pertama mengenai kerusakan pohon akibat hujan asam, artikel yang kedua menggambarkan kerusakan hutan di lembah Amazon, terlihat banyaknya kayu yang mengapung di sungai, dan artikel yang ketiga mengenai kelompok orang-orang lokal yan menebangi pepohonan tua untuk membuat gedung perbelanjaan.
Awal KBM, Ms. O membawa beberapa jenis potongan ranting pohon (ada daunnya). (gambar 10.1 hal 274). Maksudnya akan menunjukkan berbagai perbedaan yang kontras pada daun dari segi warna, ukuran, tekstur, dll. Dia menugaskan siswa-siswa untuk membentuk kelompok, memberi ranting, dan daftar pertanyaan singkat pada masing-masing kelompok, dan diberi sedikit waktu (beberapa menit) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya sebelum kelompok disuruh untuk bergiliran memaparkan jawabannya.
Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan cukup simpel, Ms. O berpikir bahwa minimal satu orang dari kelompoknya dapat menjawab pertanyaannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya:
• Apa nama pohon dari ranting ini?;
• Dimana pohon itu tumbuh?;
• Apa warna daun yang gugur dari pohon ini?;
• Apakah pohon ini di musim dingin akan gugur daunnya?;
Setelah masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan ini ia menyebutnya sebagai perhatian pada papan reklame. Selanjutnya Ia memanggil sukarelawan untuk menyatakan mengapa pohon begitu penting dan menyatakan pengalaman tentang pohon. Selanjutnya KBM ditutup.



Rencana Aktivitas (hari ke-2).
Ms.O mengajak anak-anak untuk mengajukan pertanyaan mengenai “ apa lagi yang ingin anak ketahui tentang pepohonan”. Anak-anak mengangkat jari untuk mengajukan pertanyaan. Ms.O menulis pertanyaan di OHP sampai 5 pertanyaan. Selanjutnya anak-anak yang pertanyaannya belum terrekam disuruh untuk menuliskannya di kertas dan disimpan untuk pertemuan berikutnya.
Ms. O berkata: “ sekarang waktunya untuk belajar matapelajaran yang lain, pertanyaan-pertanyaan ini kita simpan untuk pelajaran mendatang.
Hari ke-3
Pada pertemuan berikutnya, Ms. O memulai dengan “ sekarang kita akan memutuskan untuk mencari cara bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Data apa yang kita perlukan?; Bagaimana cara mengumpulkan datanya?; Mari kita mulai dari pertanyaan pertama dan mencari cara apa yang dapat kita lakukan”. Setelah 15 menit Ms.O melakukan tanya jawab dengan siswa dan beberapa saran yang dilontarkan, berikut yang ditulisnya dalam OHP:
Selanjutnya Ms. O berkata: “Kalian telah mengetahui bagaimana kita menangani pertanyaan-pertanyaan ini, sekarang waktunya kalian mencari solusi jawaban sendiri dari pertanyaan-pertanyaan yang lainnya”. Ms. O menyuruh siswa untuk berkelompok (4-5 anggota) dan menulis beberapa arahan di papan tulis berikut.










Setelah menuliskan beberapa petunjuk di papan tulis, Ms. O berkata: “saya akan mendatangi setiap kelompok untuk mengetahui rancangan yang kalian tuliskan dan menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan. Pada akhir periode saya akan mengumpulkan hasil rancangannya”. Pada akhir pelajaran, semua kelompok telah mempunyai rancangan. Berikut yang dituliskan oleh masing-masing kelompok:
Kelompok 1
Pertanyaan kami adalah: Berapa jenis tanaman yang tumbuh di kota kita?
Kami masing-masing akan mengambil satu area dekat rumah kita dan mensurveinya. Pertama, kami akan mencari berbagai jenis tanaman yang dapat kita temukan. Masing-masing akan membawa beberapa daun dari setiap jenis tumbuhan. Jika kami tidak bias mengambilnya, maka kami akan menggambarkannya. Kami akan membawa semua ini ke kelas dan melihat persamaan dan perbedaannya. Selanjutnya kami memiliki contoh-contoh berbagai jenis tumbuhan yang kami temukan. Kami akan mengidentifikasi daun-daun ini dengan mencarinya di buku-buku sumber di perpustakaan. Jika masih ada waktu, kami akan kembali dan melihat bentuk-bentuk tumbuhan dan mencoba untuk menggambarkannya sebab bentuk tumbuhan kemungkinan mencirikan jenisnya.

Kelompok 2
Pertanyaan kami adalah: “Apa yang terjadi ketika tumbuh-tumbuhan mati?
Kami akan membawa dua kayu ke kelas. Yang satu adalah kayu yang baru saja dipotong dan yang satunya sudah lama dipotong (busuk). Kami dapat memperoleh potongan kayu yang baru dari seseorang yang telah membeli kayu untuk perapian. Untuk kayu yang busuk, kami akan mencarinya dari tumpukan kayu-kayu yang digunakan untuk perapian atau dari seseorang yang menjual kayu bakar dan memiliki kayu lama. Orang tua mungkin dapat membantu hal ini. Kami akan membandingkan bagian luar dan bagian dalam kayu.

Dalam hal ini Ms. O mendatangi kelompok dan mendengarkan rencana-rencana mereka. Dia menanyakan apasaja yang mungkin ada/ tinggal pada kayu busuk. Melalui saran ini kelompok menambahkan rencananya:
Kami akan memukulkan kayu pada kertas putih untuk melihat (binatang) apasaja yang keluar dari kayu. Jika ada kami akan menyimpannya. Selanjutnya kami akan melubangi batang kayu untuk mencari telur seranggam, kepompong, dan lain-lainnya. Kami memerlukan sesuatu untuk melubangi kayu dengan hati-hati, kertas ukuran besar, dan tempat serangga (jika kami temukan).

Kelompok 3
Pertanyaan kami adalah: apa saja jenis buah-buahan yang tumbuh di pohon? Apakah semua tumbuhan memiliki buah-buahan? Apa yang ada didalamnya?
Kami akan mengumpulkan kacang-kacangan dan jenis-jenis lain yang ada di lingkungan. Awalnya, kami akan membuat bagan untuk membandingkan ukuran, bentuk, warna, dsb. Selanjutnya kami akan mencari apa yang ada di dalam kacang, buah-buahan, dan benih, selanjutnya dibandingkan.

Kelompok 4
Pertanyaan kami adalah: Apakah semua tumbuhan mengapung di air setelah dipotong?
Kami akan mencari contoh-contoh kayu dari berbagai jens pohon dan melihat apakah mereka mengapung.
Ketika Ms.O mendatangi kelompok ini, dia menyarankan bahwa mereka dapat memperluas pertanyaannya. Dia menyarankan bahwa kelompok dapat menggali lebih jauh tentang “terapung” daripada hanya menentukan kayu-kayu apasaja yang terapung- hampir semua anggota kelompok sudah tahu. Kelompok harus menanyakan apakah semua jenis pohon mengapung dengan cara yang sama? Apakah beberapa jenis pohon mengalir lebih cepat dibandingkan yang lain? Kejadian apa lagi yang ada ketika kayu masuk ke air? Bagaimana kamu menyusun suatu eksperimen yang akan menjadi pengujian yang adil dari masing-masing kayu? Pertanyaan dari Ms. O ini ditujukan agar kelompok memperluas penyelidikannya.

Kami akan membuat balok-balok dalam ukuran yang sama dari berbagai jenis kayu, dan menaruhnya di air, dan menandai tinggi air masing-masing. Lalu kami akan membandingkannya. Selanjutnya kami akan menimbangnya dan menaruhnya di air, menunggu sampai 3 hari, dan menimbang masing-masing balok apakah beratnya berubah. Kami akan mengetahui kayu-kayu dari berbagai jenis yang berbeda mengabsorbsi sejumlah air yang berbeda.

Kelompok 5
Pertanyaan kami adalah: apa perbedaan antara pohon evergreen (berdaun sepanjang tahun) dengan pohon rindang?
Kami akan mengambil dedaunan dari pohon evergreen dan dari pohon rindang dan membandingkannya. Beberapa akan kami amati dan tuliskan mengenai hal-hal sebagai berikut:
• Permukaan
• Bentuk daun-daun atau jari-jarinya
• Bagaimana daun atau jari-jarinya melekat/ tertempel
• Bau
• Jenis bibit yang ada pada pohon atau yang berbentuk tunas.
• Bentuk tumbuhan (kami akan melaksanakan setelah sekolah, mengamati pepohonan, dan menggambarkannya sebisa kami).
• Dan lain-lain yang menjadi perhatian kami.

Kelompok 6
Pertanyaan kami adalah: Apa yang ada dalam sebuah pohon?
Kami akan mencari 4 jenis batang sebisa kami. Masing-masing dari kami akan mengamati dan menggambarkan potongan permukaan dari setiap batang dan kemudian mengelupas permukaannya dan mengamati apa yang ada didalam. Kami juga akan menghitung cincin-cincinnya sebab hal ini menyatakan seberapa tua pohon itu.
Pada akhir periode, Ms. O mengumpulkan paper dari seluruh kelompok yang akan dibacanya dan melihat apasaja yang diperlukan untuk membuat saran selanjutnya. Dia mengatakan pada siswa-siswa mereka diberi kesempatan beberapa hari untuk mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan dan siap untuk melakukan investigasi pada hari Senin mendatang. Hal ini memberikan mereka cukup waktu untuk meminta bantuan orangtua dan memperoleh seluruh bahan-bahan yang diperlukan.


Bahan-bahan
Ms. O membaca paper-paper yang sudah ada ditangannya dan mencatat bahwa dia cukup menyediakan beberapa benda saja yang diperlukan dalam proses investigasi. Dia senang melihat bahwa anak-anak akan memperoleh hampir semua bahan-bahan sendiri. Dia membuat catatan tentang bahan-bahan yang diperlukan dan memastikan bahwa hampir seluruh siswa siap melakukan investigasi pada hari Senin mendatang.

Aktivitas Kelompok
Pada hari senin, kelompok mulai bekerja, mengumpulkan data, melakukan observasi dan menyelesaikan tugas yang mereka rancang sendiri. Masing-masing siswa membuat catatan untuk merekam apasaja yang dilakukan setiap harinya. Kadang-kadang siswa merekam observasi dengan cara menggambar atau membuat bagan.
Meskipun anak-anak tertarik dan sibuk, Ms.O tidak santai. Dia selalu menghampiri ke satu kelompok ke kelompok yang lain, menanyakan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan mengamati apapun yang terjadi di kelas. Dia selalu konsen untuk melihat anak-anak menggunakan proses sains sewajarnya. Sebagai contoh, dia mencatat apakah mereka mengambil beberapa variabel dalam melakukan perbandingan sehingga pengujiannya adalah fair/ adil. Ketika dia mengelilingi dari satu kelompok ke kelompok yang lain, dia menanyakan pertanyaan berikut:
Kelompok pertama, bagaimana caranya kamu menemukan jenis pohon yang jumlahnya lebih banyak? Akankah kamu menghitung semua pohon yang tumbuh di kotamu? Jika kamu sudah menemukan caranya, katakana pada saya dan akan kita diskusikan.
Kelompok 3, apakah kamu telah membuat kategori menurut ukuran, bentuk, dan warna? Bagaimana cara kalian mengelompokkan kedalam setiap jenisnya?
Ms. O sering mengecek untuk melihat keseluruhan anak meneruskan catatan mereka dan mengingatkan mereka untuk mencatat setiap jumat, sehingga dia dapat meninjaunya setiap minggu. Kadang-kadang satu pertanyaan yang dilontarkan Ms. O membantu anak-anak untuk berpikir kembali mengenai cara terbaik untuk melakukan observasi dan menguji ide.
Selama waktu ini Ms. O selalu menjaga keobjektivan pada semua kelompok. Dia telah membuat catatan yang terdiri dari daftar kelas, dengan nama-nama anak disamping untuk merekam sedikit informasi setiap harinya. Hal ini bukan keharusan bagi guru, namun merupakan cara dia dalam menilai dan merekam performansi. Ketika dia berkeliling di ruangan dia mencatat performansi setiap anak mengenai sejauhmana anak-anak terfokus pada tugas dan memberi kontribusi pada kelompok. Di akhir periode, dia menuliskan + , - , atau √ pada masing-masing nama anak. Dia menggunakan + untuk menunjukkan usaha keras, - untuk menunjukkan terlalu lama tidak konsen pada tugas, dan √ untuk menunjukkan pertimbangan dia bahwa anak melakukan usaha dan perilaku yang sesuai. Dia membuat garis dibukunya untuk masing-masing anak. Hal ini dijadikan dasar oleh Ms. O dalam melakukan penilaian dan feedback ke orangtua wali murid mengenai partisipasi dan usaha anak dalam mengikuti pelajaran sains.
Berikut beberapa notebook lembar observasi Ms. O terhadap aktivitas yang dilakukan siswa.





















Sebagai catatan, Ms. Oldhand benar-benar menggunakan proses sains ketika mengajar para siswa. Dia melakukan kegiatan observasi untuk mengetahui perilaku mengumpulkan data siswa, tentang berbagai aktivitas yang dilakukan siswa, merekam data, dan akhirnya menggambarkan inferensi. Dia menjadi model bagi siswa-siswanya tentang perilaku dan proses berpikir ketika dia mengajar. Ketika dia mempunyai kesempatan, dia menekankan kepada siswa-siswanya bahwa proses sains yang mereka pelajari akan banyak kegunaannya.
Siswa-siswa dan guru meneruskan pekerjaan sampai waktu habis. Ketika anak-anak merasa cukup atas jawaban yang diperolehnya mereka berusaha untuk mempersiapkan dalam rangka presentasi hasil yang diperoleh, seperti menyiapkan bagan, grafik, maupun ilustrasi.

Kesimpulan
Pada hari Rabu, Ms. Oldhand mengingatkan para siswanya untuk membawa hasil investigasinya yang harus dipresentasikan pada hari Senin mendatang. Beberapa kelompok berinisiatif untuk bertemu pada hari Jumat untuk mempersiapkan hal itu. Berikut contoh dua kelompok yang mempresentasikan hasilnya.
Kelompok 1
Kelompok ini memajangkan sebuah poster gambar tumbuh-tumbuhan yang mereka temukan. Dibawah gambar pohon, ada gambar daun dari pohon itu. Mereka juga membuat peta kota berupa lingkungan-lingkungan yang mengindikasikan asal tanaman yang mereka peroleh. Terakhir, mereka menampilkan grafik batang untuk menunjukkan dan membandingkan jumlah pohon untuk masing-masing jenis. Kelompok menjelaskan semua yang ditampilkan dan menjawab pertanyaan.

Kelompok 2
Kelompok ini telah menemukan beberapa serangga yang hidup pada batang kayu busuk. Mereka menggambarkannya, dan mengidentifikasi sebisa mereka. Mereka juga menemukan beberapa jenis lumut (moss, lichen) yang mereka masukkan kedalam plastic dan menampilkannya dalam poster. Beberapa hal dari kayu busuk yang menarik bagi mereka juga dimasukkan kedalam tas yang ditampilkan disamping potongan kayu segar. Kelompok ini seperti halnya kelompok pertama, menjelaskan hal-hal yang ditampilkan dan menjawab pertanyaan.

PENILAIAN DAN BALIKAN
Setelah aktivitas kelompok dilakukan, guru melakukan penilaian dan balikan.
Penilaian ini untuk menjawab, apakah semua anak mempelajari semua hal tentang tumbuhan di kelompoknya? Apakah anak-anak mempresentasikan hasilnya?
Ms. O tidak membuat soal pilihan ganda, atau jawaban singkat untuk menguji para siswanya. Dia menyuruh anak-anak untuk menuliskan jawabannya menggunakan bahasa mereka sendiri dua pertanyaan berikut:
1. Sebutkan 3 hal penting mengenai tumbuh-tumbuhan yang telah kamu pelajari di kelompokmu!
2. Sebutkan dua hal tentang tumbuh-tumbuhan yang telah kamu pelajari dari laporan kelompok lain!
Ms. O tidak mengharapkan semua anak mempelajari hal yang sama. Dia berharap anak-anak dapat mengambil dari pengalaman ini pada masa mendatang, bukannya apa yang telah diingatnya dan cepat lupa.
Ms. Oldhand merekam semua aktivitas proses sains yang dilakukan mereka, dan memberikan balikan kepada orangtua siswa.

REFLEKSI
Ms. O menggunakan intuisi dan akal sehat untuk memutuskan topik dan aktivitas yang ditangkap dan disenangi anak-anak. Dia membuat pertanyaan untuk dijawab sendiri, apakah dia telah menggunakan waktu yang cukup? Terlalu banyak waktu? Hal lain apa yang akan dia lakukan? Apakah dia akan memilih topik yang sama lagi? Ms. O merefleksi pertanyaan-pertanyaan ini dan menuliskan penilaiannya dalam jurnal untuk penggunaan yang akan datang.

KESIMPULAN
• Group investigation: suatu metode pembelajaran yang mengajak anak-anak bebas memilih apa saja yang ingin dipelajari tentang topik yang sudah ditentukan guru.
• Minat kelompok dibangkitkan oleh guru, desain investigasi yang dilakukan berdasarkan bahasan yang diinginkan anak.
• Guru memonitor kemajuan kelompok, memberi saran melalui pertanyaan lanjutan ke kelompok, dan merencanakan cara untuk membawa kegiatan ini pada kesimpulan dari KBM, menilai keberhasilan anak-anak, dan merefleksi keseluruhan KBM.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Metode Group Investigation

RENCANA PELAJARAN 7.1
Tingkatan Nilai : 3
A. TOPIK: mengenal ulat (pelajaran unit1)
B. KRITERIA TUJUAN
Pada akhir pembelajaran ini, siswa harus dapat:
1. Mendemontrasikan kepercayaan dalam menangani seekor ulat.
2. Jelaskan secara umum penampilan dan perilaku seekor ulat.
C. MATERI
Untuk masing-masing siswa :
• 1ulat dalam gelas kertas
D. KEGIATAN BELAJAR
• MOTIVASI
"Lihatlah apa yang ada di tanganku."
• STANDAR BARU
Sebuah kelompok belajar kecil.
• PENGUMPULAN DATA
1. Berikan bimbingan untuk pengumpulan data: "lihat apa yang bisa Anda perhatikan."
2. Biarkan 15 menit.
3. Mengumpulkan bahan.
• PENGOLAHAN DATA
Tanyakan:
“Apa yang Anda ingat tentang ulat milik Anda? "
"Apakah ada sesuatu yang pemberitahuan yang berbeda?"
"Apa lagi yang Anda ingin untuk mencari tahu tentang ulat milik Anda?"
Tulis beberapa gagasan tentang ulat pada tabel catatan."
E. PENUTUPAN
"Besok kita akan melihat lebih dekat ulat yang kita ambil."
F. PENILAIAN
pengamatan informal
RENCANA PELAJARAN 7.2
A. TOPIK: Lihatlah Lebih Dekat ulat (Pelajaran 2 unit)
B. KRITERIA TUJUAN
Pada akhir kegiatan ini, siswa harus dapat:
1. Demonstrasikan penggunaan dari kaca pembesar untuk memeriksa rincian anatomi Ulat.
2. Jelaskan rincian spesifik anatomi ulat, seperti jumlah kaki, jumlah segmen, penampilan bagian mulut.
3. Menjelaskan atau menetapkan cara ulat ketika berjalan.
4. Membuat suatu gambar diperbesar sebuah ulat.
5. Bandingkan gambarnya sendiri dengan foto yang diperbesar dari ulat dan menjelaskan bagaimana menyelesaikan perbedaan pendapat antara keduanya (dengan memeriksa kembali para ulat sebenarnya).
C. MATERI
Untuk masing-masing murid:
• 1 ulat dalam gelas kertas.
• 1 kaca pembesar
• 1 lembar kertas gambar
Untuk setiap 4 siswa:
• 1 set krayon
Untuk setiap guru:
• Memperbesar foto sebuah ulat
D. KEGIATAN BELAJAR
• MOTIVASI
"Hari ini kita akan mengamati ulat dengan kaca pembesar."
• STANDAR PENINJAUAN ULANG
Sebuah kelompok belajar kecil
• PENGUMPULAN DATA
1. Memberikan bimbingan untuk pengumpulan data: "lihat apa yang baru Anda dapat setelah melihat rincian."
2. Distribusi ulat dan dibantu oleh monitor.
3. Biarkan 15 menit.
4. Monitor mengumpulkan ulat, bantu, dan krayon.
• PENGOLAHAN DATA
1. (Deskripsi temuan) Tanyakan: "Apa rincian baru apakah anda melihat?" "Berapa banyak kaki" "segmen Berapa banyak?
2. Mintalah sukarelawan untuk bertindak keluar bagaimana ulat berjalan.Diskusikan.
3. Bandingkan dengan gambar foto, meminta murid untuk melihat discrepanices antara gambar dan foto. Daftar pada kertas grafik untuk merujuk pada pelajaran berikutnya.
E. PENUTUPAN
"Kami akan menggunakan waktu berikutnya sebagai panduan untuk mengetahui lebih lanjut. Bagaimana Anda pikir kami akan melakukannya "Lihatlah ulat nyata untuk kita memutuskan?
F. PENILAIAN
pengamatan informal.

Senin, 07 Februari 2011

lembar kerja siswa IPA

Kegiatan 2.1
A. Judul kegiatan
Penggunaan Bahan Berdasarkan Struktur Penyusunnya
B. Tujuan
Menyelidiki sifat-sifat benda berdasarkan bahan penyusunnya
C. Alat dan Bahan
1. Penggaris plastik
2. Penggaris kayu
3. Penggaris logam
4. Taplak meja kain
5. Taplak meja plastik
6. Sendok Plastik
7. Sendok Logam

D. Cara kerja
1. Amati sifat-sifat benda (kekuatan, kelenturan, tahan panas, menghantarkan listrik) dari bahan-bahan tersebut.
2. Isilah hasil pengamatanmu pada tabel berikut ini!
3. Berikan kesimpulan kamu dari kegiatan tersebut!

E. Tabel pengamatan
NO Nama Benda Bahan Penyusun Sifat Benda
Kekuatan Kelenturan Tahan panas Menghantarkan listrik
1

2

3

4

5


5

6 Penggaris plastik
Penggaris kayu
Penggaris logam
Taplak meja kain
Taplak meja plastik
Sendok Plastik
Sendok Logam Plastik

Kayu



 




 




F. Pembahasaan















Kegiatan 2.2
A. Judul kegiatan
Membandingkan Kekuatan Beberapa Jenis Benang
B. Tujuan
Membandingkan Kekuatan Beberapa Jenis Benang
C. Alat dan Bahan
1. Benang yang terbuat dari serat wol (50 cm)
2. Benang yang terbuat dari serat nilon (50 cm)
3. Benang yang terbuat dari serat kapas (50 cm)
4. Kayu
5. Paku
6. Palu
7. Ember kecil
8. Kaleng Bekas
9. Air

D. Cara kerja
1. Ikatkan benang yang terbuat dari serat wol pada kayu yang telah diberi paku.
2. Ikatkan ujung benang yang lain dengan ember kecil yang telah diisi air setengahnya.
3. Angkatlah kayu yang telah terikat dengan ember berisikan air, kemudian tambahkan air dalam ember sedikit demi sedikit hingga benang yang mengikatnya terputus.
4. Hitunglah tinggi air sesaat sebelum benang tersebut terputus.
5. Lakukan kegiatan yang sama dengan cara mengganti benang dengan jenis yang berbeda.
6. Berikan kesimpulanmu dari kegiatan tersebut!

E. Gambar

F. Pembahasan


Hal 106-107 hery sulistyanto

Selasa, 07 Desember 2010

inilah negeriku







baik buruknya suatu bangsa ditentukan oleh akhlaq (budi pekerti) bangsa itu sendiri. Coba kita perhatikan lewat layar kaca, dan media-media cetak, rakyat ini ditunjukkan betapa rusaknya moral anak bangsa ini, seolah-olah tidak ada harapan untuk baik. Melihat kerusakan ini dari kalangan para pejabat, para wakil rakyat, sampai pada rakyat jelata.
Baru saja pada tanggal 17 Agustus 2010 kita memperingati hari kemerdekaan negeri ini yang ke-65. Jadi negeri kita sudah 65 tahun merdeka, tetapi kenyataannya sampai hari ini bangsa kita belum merdeka dari korupsi, belum merdeka dari hutang luar negeri, belum merdeka dari kemiskinan, juga dari ketidak adilan di bidang hukum.
Yang kita lihat, di sana-sini tampak manusia-manusia rakus pada harta dan pada jabatan. Kita saksikan di layar kaca, seorang Gayus pegawai golongan III bisa memiliki rumah mewah dan tabungan uang senilai 25 miliar rupiah, ternyata tidak hanya seorang Gayus. Di balik itu melibatkan beberapa oknum pejabat negara yang bersekongkol dalam kecurangan.
Yang menyedihkan lagi, para penegak hukum, Jendral berbintang pun saling tuding-menuding, melemparkan kesalahan, sampai ada sebutan “perang bintang”, ada juga istilah, “rekening gendut” yang dimiliki oleh para Jendral penegak hukum, “makelar kasus” (markus), “mafia peradilan”, dan macam-macam jenis kejahatan yang lain.
Perampokan pada Bank yang masih segar di ingatan kita, triliunan rupiah dirampok oleh oknum manusia yang tidak bertanggungjawab, belum dapat diusut dengan tuntas (Bank Century), muncul perampokan-perampokan lagi di beberapa tempat, yakni : Bank, Toko Emas dan SPBU di berbagai daerah, dilakukan dengan kekerasan, dengan senjata tajam, bahkan dengan senjata api. Perampok tidak egan-segan menembak mati seorang Brimob yang bertugas dan dua Satpam luka parah akibat tertembak oleh perampok tersebut (di Medan, Sumatera Utara). Mereka melakukan perampokan dengan kekerasan, mungkin karena tidak bisa melakukan perampokan dengan tenang-tenang, dan diam-diam di balik meja, karena tidak mempunyai kedudukan, tetapi hakikatnya adalah sama-sama perampok, hanya beda caranya saja.
Itu semua gambaran manusia-manusia yang rakus pada harta, dengan cara apapun mereka lakukan, asalkan dapat meraih yang diinginkan, tidak takut dosa lagi. Demikian pula manusia-manusia yang rakus dan ambisi pada suatu jabatan/kedudukan. Hampir setiap ada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di negeri ini, pasti terjadi kerusuhan, karena yang muncul juga kebanyakan manusia-manusia yang rakus/ambisi pada jabatan tersebut.
Maka terjadilah berbagai macam kecurangan oleh para calon beserta para pendukungnya, dengan melakukan suap-menyuap dan intimidasi. Adalagi lagi istilah “serangan fajar” menjelang detik-detik hari H, sehingga seorang calon pimpinan daerah berani kehilangan milyaran rupiah untuk menang dalam pilkada tersebut.
Akibatnya bagi yang kalah lalu marah dan membuat kekacauan. Bagi yang menang, jangan diharap bisa menjadi pemimpin daerah yang baik, karena modal yang dikeluarkan sudah terlalu banyak, maka dia pasti akan berusaha mengembalikan modalnya, dengan cara apa kalau tidak dengan curang ? Baru-baru ini kita saksikan lewat layar kaca pilkada di Tual (Maluku), terjadi kerusuhan hingga ada seorang wartawan yang dikeroyok masa sampai tewas.
Oleh karena itu saya serukan dengan semangat kemerdekaan, kita bangkit, bebaskan negeri ini dari korupsi, kita bebaskan dari ketidak adilan, kita bebaskan dari kemiskinan, dan kita bebaskan dari semua bentuk kedhaliman, baik itu yang dilakukan oleh bangsa sendiri atau oleh bangsa asing. Kita angkat harga diri bangsa ini, kita prioritaskan perbaikan akhlaq (budi pekerti). Kalau akhlaq (budi pekerti) bangsa itu baik, bangsa ini akan menjadi baik, semua bentuk kejahatan seperti yang disebutkan di muka pasti hilang. Akan tetapi kalau akhlaq (budi pekerti) bangsa ini tidak baik, jangan harapkan bangsa ini akan baik.
Rusaknya bangsa ini tentu tidak kita harapkan. Oleh karena itu keadaan yang begini sudah tidak saatnya lagi kita saling melemparkan kesalahan pada orang lain, tetapi haruslah kita akui, ini adalah kesalahan kita bersama. Maka untuk membangun harus kita bangun bersama, dimulai dari diri kita masing-masing, keluarga kita, kerabat-kerabat dekat kita, meluasnya kepada masyarakat bangsa ini.

kami adalah kelas G, angkatan 2008 UKSW.













Kamis, 02 Desember 2010

Deklamasi dan pementasan karya sastra anak-anak

1. Jelaskan perbedaan antara baca puisi dan deklamasi puisi!
2. Unsure apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam deklamasi puisi dan bagaimana perbedaan antara unsur penilaian tersebut?
3. Pilihlah salah satu puisi yang Anda senangi berikut ini untuk dideklmasikan!
Jawab:
1. Perbedaan baca puisi dengan deklamasi puisi, antara lain:
a) baca puisi si pembaca memegang naskah puisi, sedangkan deklamasi tidak memegang naskah puisi sehingga dapat berkonsentrasi dengan baik melakukan gerak jasmaniah secara bervariasi.
b) pada baca puisi, jumlah dan panjang puisi yang dibaca lebih banyak dan panjang daripada deklamasi.
c) pada baca puisi faktor suara atau intonasi banyak berperan, sedankan dalam deklamasi disamping intonasi juga faktor mimic dan getsur atau gerak jasmaniah.
d) baca puisi relative untuk diri sendiri dan orang lain, sedangkan deklamasi semata-mata untuk orang lain.
2. Unsure yang perlu diperhatikan dalam deklamasi yaitu
a) aspek interprestasi, meliputi; visi, artikulasi, dan intonasi.
b) aspek presentasi, meliputi; vocal, gestur atau gerak, tekanan, volume suara, ekspresi mimik.
c) aspek pemahaman dan penghayatan tentang makna, suasana penuturan, sikap pengarang, dan intense pengarang.
d) aspek pemapaparan yang meliputi; kulitas ujaran, tempo, durasi, pelafalan, ekspresi wajah, kelenturan tubuh, dan konversi.
Sasaran penilaian deklamasi di atas adlah untuk orang dewasa. Yang diperlukan adalah aspek penilain untuk keperluan deklamasi anak usia sekoalah dasar. Namun demikan, aspek penilaian diatas tetap dijadikan acuan, hanya saj mengalami penyederhanaan.
Perbedaan penilaian deklamasi puisi untuk keperluan anak usia sekolah dasar adalah terdiri atas lima aspek yaitu
No Aspek penilaian Perbedaan aspek penilaian Contoh
1 Pelafalan  Pelafalan yang dimaksud adalah pelafalan bunyi vocal, konsonan secara cepat.
 Menyangkut dengan masalh kejelasan, yakni pelafalan bunyi vocal, konsonan, dengan volume suara yang jelas dan sempurna.  minum tidak diucapakn minung tetapi minum.

 vocal /u/ dilafalkan dengan suara yang keras atau jelas dengan bentuk mulut yang tidak setengah maju.

2 Intonasi  Intonasi yang dimaksud dalam deklamasi puisi bukan hanya berkaitan dengan aspek panjang, pendeknya suara (tempo), tinggi rendahnya suara (nada) melainkan juga keras lembutnya suara (tekanan) dan perhatian suara sejenak (jeda) pada saat mendeklamasikan larik atau bait puisi.  Puisi yang bersusana marah atau tegas seperti puisi kepahlawanan, intonasinya yaitu nada tinggi, tempo cepat, dan tekan keras
 Puisi yang bersuasan gembira seperti puisi yang mendeskripsikan suasana alam, intonasinya yaitu; nada sedang ( tidak tinggi dan tidak rendah, tempo sedang, dan tekanan sedang)
3 Ekspresi wajah (mimik)  Mimik merupakan perubahan raut wajah sesuai konteks makna dan suasana puisi yang dibaca.
 Penampakan mimik yang tepat merupakan cerminan dari tingkat pemahaman dan penghayatan makna dan suasana penuturan dan sikap pemgarang karya sastra tersebut.  Mimik sedih: wajah tampak suram, pandangan mata kelihatan sayu, bibir mengatup rapat.
 Mimik marah: mata membelalak, tampak galak, dahi berkerut.
 Mimik gembira: pandangan mata bercahaya, muka brbinar-binar, bibir merekah tersenyum.
4 Gesture (kelenturan tubuh)  Kemampuan pembaca menguasai anggota utbuh dalam menggerakkan secara lentur, refleks namun kelihatan wajar dan alamiah sebagai sarana penunjang.
 Gesture atau gerak jasmaniah harus selalu sejalan denganpemaparan intonasi dan perasaan pembaca.  Saat membaca larik puisi ‘laut yang dalam’, tangan menunjuk ke bawah cecara lentur dan refleks.
 Saat membaca larik puisi ‘hutan yang lebat’ tangan bergerak seperti menggambar lingkaran secara lentur dan refleks.
5 Konversasi  Berdeklamasi dihadapan khalayak penonton secara langsung pada hakikatnya sedang berkomunikasi dengan penikmat sendiri.
 Deklamator selayaknya memperhatikan sikap yang dapat menumbuhkan suasana simpatik dan keakraban antara dirinya dengan kalayak penonton.  Penciptaan kontak lewat pandangan mata, pengaturan posisi tubuh, pengaturan gerak-gerik tubuh secara wajar.







3. Saya memilih puisi “ Engkau Yang Berjasa ” dari Harian Pedoman Rakyat, 22 April 2004

Engkau Yang Berjasa
S. Pebriani
Kupuji tugasmu
Kuhormati dirimu
Kukagumi ketabahanmu
Kuhargai pengabdianmu
Hidupmu yang penuh kesederhanaan
Hatimu yang penuh keikhlasan
Kata-katamu yang berisi nasihat dan saran
Bagaikan pelita di dalam kegelapan
Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Engkaulah penunjang kemajuan bangsa
Engkau sumbangkan jiwa dan raga
Untuk tanah air tercinta
Guru….
Betapa mulia tugasmu
Tanpa keikutsertaanmu
Tak mungkin negaraku maju






1. Ada berapa macam teknik yang perlu dikuasai sebelum tampil di atas pentas? Sebutkan dan jelaskan satu demi satu.
2. Jelaskan 4 jenis dasar-dasar penguasaan panggung yang harus dimiliki oleh seorang pemain drama.
3. Pementasan drama didukung oleh berbagai tata artistik : musik, rias wajah, busana, dan cahaya, suara (sound system). Jelaskan tata artistik tersebut menurut pemahaman Anda.
4. Sutradara memiliki peran vital terhadap keberhasilan suatu pementasan drama. Kemukakan peran sutradara tersebut.
5. Bentuklah kelompok di kelasmu lalu Anda pentaskan drama tiga babak secara kelompok berikut ini.
Jawab:
1. 5 (lima), yaitu:
a. Teknik muncul
Cara pemain memunculkan diri pada saat tampil pertama kalinya di atas pentas dalam satu drama babak tau adegan. Pemunculan tersebut memberi kesan pada para penonton sesuai peran yang dimainkan. Jika memainkan seorang guru, maka dia harus memperlihatkan diri sebagaimana layaknya seorang ustadz, berpakaian seragam guru dengan tutur kata yang sopan, dengan pembawaan yang wibawa.
b. Teknik memberi isi
Pengucapan suatu kalimat dengan penekanan makna tertentu melalui tempo, nada, dan dinamik.
c. Teknik pengembangan
Teknik membuat drama bergerak dianamis menuju klimaks atau drama tidak datar. Teknik pengembangan terbagi atas beberapa teknik yang intinya penggunaan pengucapan dan jasmaniah.
• Teknik pengembangan pengucapan yaitu menaikan volume suara atau sebaliknya, menaikkan tinggi nada suara atau sebaliknya, menaikkan kecepatan tempo suara atau sebaliknya.
• Teknik pengembangan jasmaniah yaitu menaikan posisi jasmaniah, dari duduk menjadi berdiri lalu berjongkok dan seterusnya. Memalingkan kepala, tubuh atau seluruh tubuh. Berpindah tempat dari kiri ke kakan, dari belakang ke depan. Ekspresi wajah (mimik) untuk mencerminkan emosi tertentu, mata sendu, suram untuk mengekpresikan kesediahan.
d. Teknik miting
Teknik ini merupakan ketepatan hubungan antara gerakan jasmaniah dengan kata-kata atau kalimat yang diucapkan dalam waktu yang singkat dan sekejap, misalnya;
 bergerak sebelum mengucapkan kata-kata tertentu, seperti mata melotot “pergi dari sini!”
 bergerak sambil mengucapkan sesuatu seperti melotot sambil mengucapkan “pergi dari sini!”.
 Bergerak setelah mengucapkan sesuatu seperti ini “pergi dari sini!”.
e. Teknik penonjolan
Teknik dimana seorang pemain harus memahami pada bagian mana suatu kalimat yang perlu ditonjolkan pada saat diucapkan. Seterusnya pada bagian mana dalam suatu adegan/babakyang perlu ditonjolakan. Hal ini agar penonton dapat menikamati pamentasan dengan penuh keharuan.
2. Dasar –dasar penguasaan panggung yang harus dimiliki oleh seorang pemain drama yaitu :
a. Penguasaan vokal seorang calon pemain drama harus menguasai pelafalan bunyi konsonan dan vokal sesuai artikulasinya secara tepat dan sempurna. Disertai suara yang jelas dan keras. Pengusaan vokal ini biasanya di tempat terbuka untuk mengulang-ulang vokal tertentu sampai sempurna pengucapannya.
b. Pengusaan mimik intonasi dasar.seorang calon pemain harus mengusai mimik dasar seperti mimik sedih, gembira, marah. Mimik marah ditandai dengan mata melotot, muka kemerah-merahan, kening berkerut. Mimik sedih ditandai dengan wajah suram. Pandangan mata sayu, dan mulut tertutup. Sedangkan mimik gembira ditandai muka yang bercahaya, mata bersinar, mulut tersenyum. Disamping itu mimik harus pula menguasai intonasi dasar rendah; tempo lambat, nada rendah, tekanan lembut. Intonsi marah; tempo cepat, nada tinggi, tekanan keras. Intonasi gembira; tempo,nada, tekanan bersifat sedang. Mimik dan intonasi sangat mendukung peran yang dimainkan.
c. Pengusaan kelenturan tubuh. Tubuh seorang pemain drama harus lentur atau elastis sehingga dalam memainkan peran tertentu tidak kelihatan kaku. Untuk mencapai penguasaan tubuh yang elastis, perlu melakukan serangkaian gerakaan seperti berlari cepat dalam jarak dekat, bolak-balik ke utara, selatan, timur, barat, ke segala penjuru. Berlajan dengan menggambarkan perasaan sedih, jalan kepayahan membayangkan berjalan di padang pasir hingga jatuh bergulingan, dst.
d. Penguasaan pemahaman watak peran. Suatu peran menjadi hidup bila aktornya memiliki penguasaan pemahaman dan pengahayatan watak peran yang tepat. Untuk memperoleh watak peran yang tepat, perlu mengadakan analisis peran berdasarkan naskah, seperti; memahami alur cerita, pengenalan, permasalahan, klimaks, dan penyelesaian lalu mencatat peran yang akan dimainkan. Wataj tersebut dibayangkan sedalam-dalamnya sehingga pada saat memainkan peran tersebut, watak pribadi aktor berganti dengan watak peran yang semestinya diperankan.
e. Penguasaan pemanggungan. Sebagai suatu yang harus dimiliki oleh setiap pemain drama, antaralain berkaitan dengan :
 teknik muncul pada saat pertama kali aktor tampil di panggung sesuai peran yang dimainkan pemunculan itu berfungsi memberi kesan simpati bagi penonton.
 Bloking, yakni penguasaan masing-masing aktor tentang daerah gerakannya diatas panggung sehingga panggung kelihatan tak berat sebelah.
 Penguasaan cahaya dan bunyi yakni aktor perlu penguasaan menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya dan bunyi (soundsistem) di atas panggung.
3. Menurut saya, yang dimaksud tata artistik:
a. Musik merupakan iringan ilustrasi yang mengatur suatu adegan /babak sehingga peristiwa yang digambarkan semakin hidup dan menarik penonton.
b. Tatarias wajah merupakan salah satu bagian yang membantu mengubah aktor muda memerankan aktor yang kelihatan tua, atau sebaliknya. Aktor yang sehat, kelihatan sakit, dll.
c. Busana merupakan salah satu bagian yang membantu memberikan nilai keindahan, efek visual yang menarik saat pementasan.
d. Cahaya merupakan salah satu bagian yang membantu permaianan dalam menggambarkan peristiwa tertentu, seperti malam, siang, sore, selain itu dapat membantu pada saat menjelang memasuki pembukaan lampu panggung padam saat layar ditutup.
e. Suara (soundsystem). Dengan seni artistik yang baik, suara musik, dialog pemain akan terdengar jernih, jelas, dan menarik.
4. Peran sutradara yaitu:
a. Memilih naskah bermutu
Sutradara memilih naskah bermutu dengan berlandaskan pada:
 nilai filsafat, yakni naskah tersebut mengandung perenungan hakiki.
 segi artistik, yakni naskah tersebut memiliki nilai estetis yang tinggi.
 segi etishumanistik, yakni naskah tersebut memiliki niali moral yang dapat memperkaya rokhani penonton.
 segi komersil yakni naskah memiliki daya minat yang mampu memancing penonton.
b. Menentukan penafsiran naskah
Naskah yang kan dipentaskan harus sesuai keinginan penafsiran sutradara berdasarkan naskah. Semua akting dan dialog merupakan anjuaran atau persetujuan sutradara karena berhasil atau gagalnya banyak ditentukan oleh kreatifitas, etos kerja, dan tanggungjawabnya.
c. Memilih aktor
Berdasarkan hasil penafsiran terhadap naskah, sutradara memilih dan menentukan aktor sesuai postur tubuh, umur, dan jenid kelamin serta keahlian tokoh yang diinginkan dalam naskah.
d. Melatih aktor
Setelah memilih aktor, tugas sutradara adalah menentukan jadwal latihan untuk melatih aktor . Kepiawian aktor dalam memainkan peraan yang diembannya sebagai prapementasan final.
e. Bekerja sama dengan tim
Sutradara juga harus mampu menentukan tim yang dapat membantunya mempersiapkan tata artistik : sinar, rias wajah, busana, musik, panggung. Tim tersebut harus mempunyai jiwa kreatif dan semangat kerja yang tinggi.